Archives

Klaim Usus Buntu Cair

Ini salah satu klaim yang  saya pernah proses di september ini dan lumayan 22 jt sekian dibayar oleh Prudential menggunakan PRU HS,  Dan nasabah saya ini Premi 500rb/ bulan ( baru 6 bulan ). Awal keluhannya hanya mual dan pusing, hingga hari ke 2 keluhannya tidak berkurang malah makin menjadi-jadi, kemudian karena dia anak perantauan dari Balikpapan ( Kota tempat saya tinggal ) , dan dia dengan suami merantau di jakarta jadi dipilihlah rs yang rekanan dengan prudential terdekat, selama 3 hari disana dia diagnosa usus buntu biaya perawatan rs dan kamarnya menghabiskan 7.6 jt ( cukup tunjukkkan kartu pru hs ) ini dijamin / dibayar oleh prudential, setelah itu si nasabah minta pindah rs ke balikpapan untuk proses pengobatan dan operasi, di rs balikpapan juga cukup menunjukkan kartu Pru Hs dan surat rekomendasi untuk perawatan akhirnya nasabah dirawat dan di operasi dengan total biaya 15jt sekian di kamar kelas 1 A , setelah 3 hari nasabah dinyatakan sudah bisa pulang.

Alhamdulillah ini salah satu yang saya senang dari pekerjaan sebagai agen prudential, tidak hanya menengok dan berkata GWS ya namun juga membantu memproses klaim nasabah.

 

Thanks Prudential dan Terimakasih buat nasabah yang mengikuti prosedur.

Prinsip Dasar Asuransi Sudah Ada Sejak Zaman Nabi

Hai Prudential Lovers,  saat ini saya ingin berbagi info  asuransi yang ternyata sudah ada pada zaman Nabi. Contohnya mungkin bisa dibaca dari Kisah Nabi Yusuf As

“Prinsip Dasar Asuransi adalah Mempersiapkan kepastian ( Meninggal, Sakit, Kecelakaan ) yang tidak pasti kapan akan terjadi”

“Persiapkan Masa Tuamu dari saat masih PRODUKTIF & SEHAT”

Sejatinya, ilmu perencanaan keuangan sudah dipraktekkan puluhan ribu tahun silam. Di antara bukti sejarahnya, kisah Nabi Yusuf AS yang membuat dan mempraktekkan strategi menghadapi masa paceklik.
Al-Quran mencatat kisah Yusuf menerjemahkan mimpi Raja Mesir. Dalam tidurnya, sang raja melihat 7 ekor sapi gemuk yang digantikan 7 ekor sapi kurus serta gandum berisi digantikan gandum kering.

Banyak orang yang telah diminta pendapat mengenai arti mimpi tersebut. Tapi hanya Yusuf yang bisa memberi tahu maknanya. Katanya seperti tersirat dalam sejarah, akan datang 7 tahun masa panen, yang kemudian diikuti 7 tahun masa paceklik. Setelah itu, masa subur Mesir akan kembali.

Seperti kita tahu, sejak zaman dahulu kala, pertanian Mesir sangat bergantung pada Sungai Nil. Jika sungai mengalirkan airnya dengan baik, wilayah Mesir subur dan hasil panennya melimpah. Tapi, bukan tidak mungkin Sungai Nil mengering atau bahkan meluap.

Usai memaknai mimpi, Nabi Yusuf As melanjutkan nasihatnya pada sang raja. “Hendaklah engkau bertanam 7 tahun lamanya sebagaimana biasa. Maka apa yang engkau tuai hendaknya kau biarkan di bulirnya, kecuali sedikit untuk engkau makan.” [Surah Yusuf ayat 47]

Selain membuat prakiraan kondisi di masa depan, Yusuf juga memberikan solusinya. Mengingat 7 tahun masa panen diikuti 7 tahun masa paceklik, hendaknya kita menyimpan hasil panen tetap dalam bulirnya sebagai cadangan saat paceklik tiba.

Sejarah membuktikan, walaupun menghadapi masa paceklik, rakyat Mesir tetap Makmur lantaran ada yang disimpan dari hasil panen sebelumnya. Sampai rakyat dari negeri tetangga yang kelaparan pun meminta bantuan mereka.

Dari Kisah Nabi Yusuf As  diatas bisa dilihat bahwa ajaran dari jaman terdahulu juga sudah ada tentang PERENCANAAN KEUANGAN ( yang termasuk dalam asuransi pensiun / pendidikan ).

Dan pertanyaanya, Apakah bisa dijaman sekarang kita menafsir mimpi baru kemudian mempersiapkannya untuk yang akan terjadi kedepannya ? :), Sedangkan tanpa menafsirkan pun kita sudah paham bahwa biaya hidup, pendidikan dll setiap tahun meningkat tajam.

Yuk,, Siapkan dari sekarang untuk segala kemungkinan yang terjadi di Masa datang, Jadikan hal ini sebagai tindakan DISIPLIN untuk kebaikan masa depan. ^_^

saduran dari yahoo.co.id (Perencanaan Keuangan ala Nabi Yusuf)

Salam Hangat

Nurilah Ridawaty ( Nurie )

Nurie_me@yahoo.co.id

PIN BB : 277DF112

085247609712

Power Inspiration Night By Michael Tan – International Speaker

BP1 jgn lupa PIN ;) Speaker import asal dr negara tetangga, pastikan Anda hadir!!

foto ini beda jauhh dengan aslinya 😀

Acara Power Inspiration Night 1 Juli 2013 di Kantor PRU EMPIRE BP 1 Balikpapan, kali ini berbeda dikarenakan pembicara di impor dari negara tetangga Bpk. Michael Tan. Materinya pun bukan Motivasi, melainkan apa sih kendala kita selama ini di lapangan saat Prospek calon nasabah kita? Setelah beberapa pertanyaan di rangkum dan ini penjelasan dari Beliau.

sebelum Prospek calon nasabah sebaiknya menurut Pak Michael Tan :

1. Have Money ( Punya Duit )

2. Healty ( Sehat )

3. Have love ( Cinta Kasih )

Jika seseorang tidak mempunyai uang, kemungkinan kita hanya bisa bantu dia untuk jadi agen terlebih dahulu sebelum jadi nasabah

Jika seseorang tidak sehat / lagi sakit sebaiknya tidak usah di prospek, karena Asuransi dibeli saat orang sehat dan digunakan saat sakit, bukannya dibeli saat sakit ( MENCARI KEUNTUNGAN )

Jika seseorang tidak punya cinta kasih, dia tidak akan memikirkan apa yang terjadi dengan dirinya, dengan orang2 yang disayang saat  “hal ketidakpastian yang pasti akan terjadi” menimpanya.

(1) HANDLING OBJECTION ( PENANGANAN MASALAH )

Penolakan Nasabah dibagi menjadi 4 tipe/jenis saja

4 PENOLAKAN

1. No Need ( GA BUTUH )

Kebanyakan dari GA BUTUH ini dikarenakan :

– Masih Sehat

Yap Asuransi tidak dibutuhkan saat masih sehat, Namun saat tidak sehat kita baru butuh Asuransi. Pertanyaannya? Jadi Kapan kita tidak Sehat???? Ada yang bisa menjawab?

– Ditanggung Perusahaan

Ow ya bagi teman-teman yang ditanggung Asuransi oleh Perusahaan bisa ditanyakan ke HRD apa saja tanggungannya + berapa platformnya?

Apakah nanti saat teman2 dapat tawaran kerja di tempat lain, dengan gaji yang lebih besar daripada yang sekarang, Apakah dari perusahaan baru langsung memberikan jaminan kesehatan, Biasanya yang terjadi tunggu karyawan bekerja dulu 3 bulan kemudian dapat Asuransi, Nah Jika dalam 3 bulan terjadi sesuatu dengan kita dan keluarga kita. Apa solusinya?

Apakah kita akan bekerja seumur hidup di perusahaan tersebut? dan Apakah perusahaan akan menanggung biaya kesehatan kita seumur hidup, walaupun kita sudah tidak sehat lagi? Logikanya ” NO”

– Sudah Kaya / Mampu bayar biaya rumah sakit

Faktanya, walaupun orang kaya mereka lebih senang bayar biaya rs ex : 200 jt FREE , daripada ambil dari tabungan mereka .

– Pasrah ( Berserah diri kepada Allah )

QS. Al Hasr Ayat 18 ( 59:18 )

Hai Orang-orang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah tiap-tiap diri memperhatikan apa yang dipersiapkan untuk hari esok”

Di ayat ini mengajarkan kita untuk merencanakan masa depan kita kelak, mempersiapkannya. Dan Asuransi juga merupakan perencanaan, untuk warisan bagi keluarga yg ditinggalkan kelak.

#note ini penjelasan dari saya sendiri

Tuhan selalu menjaga kita, itu benar. namun saat kita keluar rumah pun kita tetap mengunci pintu rumah kita kan? karena kita pun tetap juga menjaga apa yang TUHAN kita berikan ( akal sehat ). Jadi dengan akal membedakan kita dengan makhluk lainnya “Binatang”.

– Saya Banyak Asuransi

Apakah benar2 banyak asuransi dan sudah sesuai kebutuhan? Cek dulu Kontrak Polisnya dan teliti sebelum membeli

– Saya sudah Tua

Untuk yang sudah Tua, cari hasratnya? Apakah dia ingin berguna bagi suatu yayasan kelak dll? Jika menemukan nasabah yang sudah tua, coba tanya keinginannya. siapa tau dia ingin mengasuransikan cucunya buat pendidikan, anak-anak asuhnya.

2. NO TRUST ( GA PERCAYA )

Kenapa sampai Tidak Percaya…???

-. Image Asuransi Jadul

Jaman duluuu banget tuh pernah kan kita liat agen2 asuransi keliling ambil premi tiap bulan (tukang tagih), dan ujung2nya ada yang dibawa lari,,nah ini yang mengakibatkan orang tidak percaya. Dan sekarang asuransi sistemnya Transfer via atm (BNI, MANDIRI, BRI, BCA, etc ), Autodebet Rekening ( BNI, MANDIRI, BCA ), Atau Setor ke Bank yang bekerja sama dengan Prudential ( BANK PERMATA ). Jadi nasabah tidak perlu tidak percaya atau takut preminya dibawa lari agen jika menerapkan hal tsb.

-. Klaim Susah

Kenapa terjadi simpang siur Klaim Susah?

– Apakah pernah mengalaminya sendiri / pengalaman pribadi atau hanya mendengar kabar-kabar diluar sana? Jika belum pasti, tanyakan sejelas-jellasnya dengan agen anda.

– Apakah surat / dokumen kelengkapan untuk klaim sudah di lengkapi? semua prosedur tata cara ini sudah tertuang di Kontrak / Buku Polis. Jadi Nasabah juga harus mematuhi Prosedur yang ada

Untuk hal2 lain bisa ditanyakan ke Agen-agen kepercayaan anda, dan kita sebagai agen diawal sudah menginformasikan ini saat penyerahan buku Polis

-. Janji Manis

Sebagaian agen mungkin berkata-kata manisssss yang tidak sesuai kontrak, dan kita sebagai agen seharusnya memahami seluk beluk product yang kita tawarkan. jadi Jangan Janji Manis yang tidak sesuai, So Harus belajar Product Knowledge.

3. NO HURRY ( TIDAK SEKARANG/ TIDAK TERBURU-BURU)

Alasan orang menolak No Hurry ini biasanya

– Masih Single

Yapsss kebanyakan yang masih single berpikiran ga perlu nabung apalagi punya asuransi buat masa depan, toh belum ada tanggungan. Nah seharusnya saat belum ada tanggungan kita rajin menabung buat masa depan. Dan apakah kita ingin menyusahkan orang tua / keluarga saat terjadi apa-apa dengan kita? tentu tidak kan….maka dari itu kita harus mempersiapkan dana darurat / dana masa depan untuk kita kelak

– Banyak Tanggungan

sebagai agen kita diskusikan dulu dengan calon nasabah untuk melist dulu, apa yang dimaksud bnyak ditanggung / hanya sekeder sifat konsumtif saja ? Karena walaupun kita sakit, toh tanggungan2 itu tetap jalan…jadi siapa yang bayar tanggungan itu?? Smart think Guys

– Berunding

Silahkan para calon nasabah berunding dengan pasangannya, karena biasanya pengambilan keputusan pengaturan financial di kedua pihak harus di meetingkan, dan sebagai agen kita juga harus menjelaskan kembali kepada pasangan yang bersangkutan agar lebih mengerti fungsinya / pentingnya memiliki asuransi?

 

(2). HANDLE COMPETITOR

Cara Menghandle Saingan Asuransi lain kepada Nasabah

1. Prudential adalah Perusahaan Bertaraf Intenational dan masuk dalam Jajaran Top 10 Dunia, dan Nasional Top 3 ( Bawa Media cetak, seperti Kompas / Majalah Forbes )

2. Product yang inovative , dan kita juga harus mempelajari product competiter apa saja sih yang bisa kita tonjolkan dari Prudential

3. Service / Pelayanan terhadap Nasabah yang harus ditingkatkan ke Lebih baik.

 

Teman-teman dari materi ini semoga kita bisa belajar lebih baik lagi kedepannya  dan tulisan ini bermanfaat.  . Semoga kita suskses berjamaah dalam membantu teman2, saudara, dan sesuai visi & misi perusahaan dan diri kita sendiri.

Sekian duluuu yaa materi yang saya rangkum… Terimakasih Mohon maaf kalau ada kata2 di Postingan ini tidak berkenan dan Semoga kena dengan anda.

Penyebab Ortu Tidak Menyiapkan Pendidikan Anak

Sumber : Koran Kompas Jakarta, 27 Juli 2009

kartun wisuda

Rusmiyati (35) tak bisa menyembunyikan kegundahannya. Seperti tahun lalu, tahun ini dan tahun depan pun ia seolah tak henti keluar banyak biaya untuk sekolah anak-anaknya. Ia menyesal tak menyiapkan biaya pendidikan tersebut sejak anak-anaknya lahir.

Tahun lalu, putri ketiga Rusmiyati masuk sekolah TK dan mengeluarkan biaya banyak. Tahun ini, giliran dia memasukkan putra keduanya di Sekolah Dasar. Sementara tahun depan, putra pertamanya juga akan masuk SMP, dan tepat berbarengan dengan putri ketiga masuk SD.

“Setiap tahun seperti tak ada habisnya keluar uang buat sekolah anak-anak, bingung karena tabungan ayahnya tak pernah cukup,” ujar Rusmi, warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (25/7).

Rusmi jujur mengakui, dia dan suaminya tidak pernah menyadari akan muncul masalah-masalah keuangan seperti ini di kemudian hari. Khususnya, setelah ketiga anaknya menginjak usia sekolah.

Kini, sebagai “manajer keuangan” di rumah, beban Rusmi sangat berat untuk mengatur dan mengelola uang. Mulai biaya hidup keseluruhan sampai biaya kecil yang muncul setiap hari, dari belanja bulanan sampai ongkos pendidikan.

“Memang, kami juga pernah membayangkan persoalan ini, tapi karena Ayahnya punya satu tabungan, jadi kami merasa santai-santai saja waktu di awal anak-anak baru lahir,” ujar Rusmi.

Orang Tua Tidak Serius?

Pendidikan dan biaya hidup adalah kata pertama yang kerap muncul di benak orang tua ketika anaknya lahir ke dunia. Suka tak suka, mau tidak mau, mereka akan membayangkan untuk menyiapkan kedua hal itu di kemudian hari. Dan bagi orang tua yang betul-betul menyadari pentingnya pendidikan, pasti akan memberikan perhatian besar pada persoalan yang satu ini.

Hanya, meskipun tahu arti pentingnya pendidikan, tak banyak orang tua betul-betul serius menyiapkan dana pendidikan anak-anaknya. Banyak orang tua selama ini hanya memikirkan kerja dan kerja setiap hari tanpa berusaha menyisihkan uang.

“Mungkin karena mereka berpikir pekerjaan mereka akan selalu awet sampai nanti anak-anaknya sekolah dan menyelesaikan pendidikannya, mereka tidak sadar bahwa segala risiko bisa saja terjadi,” ujar perencana keuangan Safir Senduk pada seminar Strategi Cerdas Menyiapkan Dana Pendidikan, Sabtu (25/7) di Jakarta.

Menurutnya, memang, ada tiga kondisi yang selama ini kerap membuat para orang tua tidak mempersiapkan dana pendidikan bagi anak-anaknya. Tiga kondisi itu antara lain:

– Orang tua merasa, bahwa kondisi keuangannya saat ini masih baik dan akan terus bertahan sampai nanti ketika anak-anaknya masuk sekolah

– Orang tua merasa, bahwa biaya sekolah tidak akan naik

– Orang tua merasa, bahwa selama kondisi fisik dan jiwanya masih sehat mereka akan selalu merasa mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, termasuk pendidikan

Siap atau Tidak, Harus Siap!

Untuk itulah, kata Safir Senduk, tanpa perencanaan matang dan sedini mungkin, tak salah jika orang tua seperti dibuat kalang kabut saat anak-anaknya telah memasuki usia sekolah.

Ada tiga alasan utama yang menurut Safir orang tua harus menyiapkan dana pendidikan sedini mungkin, yaitu sekarang dan bukan nanti, yaitu:

– Camkan di dalam benak, bahwa biaya pendidikan saat ini mahal dan akan naik terus

– Kondisi ekonomi tidak selalu bagus

– Fisik mereka sebagai orang tua tidak selalu sehat

“Hitung dari sekarang keuangan Anda, dan jangan pernah menunda-nunda untuk menyisihkan pendidikan dari hitungan-hitungan itu, karena Anda tidak akan pernah sadar akan apa yang akan terjadi kelak di kemudian hari,” tukas Safir..

Ayo Bapak & Ibu mulai rencanakan tabungan pendidikan anak dari saat ini, karena kita tau biaya pendidikan setiap tahun mahal dan akan bertambah tinggi, kita juga tidak pernah tau kondisi ekonomi kita selalu aman atau tidak dan yang terutama kita tidak pernah tidak tau kondisi fisik kita, apa akan selalu sehat untuk mengsupport kebutuhan biaya pendidikan anak-anak kita.

Be Smart Parents, dengan membantu mewujudkan impian anak Anda di Masa depan.

Salam Hangat
Nurilah Ridawaty
E : nurie_me@yahoo.co.id
M : 085247609712
BB : 277DF112

Asuransi dalam pandangan Islam

Asuransi dalam pandangan Islam

Yuk nonton video dari salah satu program di Trans TV Bagi anda yang ingin tau lebih dalam bagaimana Asuransi Menurut Islam, maka video ini wajib anda saksikan… video ini direkam dari Acara Khazanah di TRANS 7, Senin 8 Okt 2012.

Dan juga video share dari AA Gym, yang juga seorang pembayar polis aktif asuransi.

Ikut Asuransi bukannya untuk kebal sakit, kebal kecelakaan/meninggal apalagi tidak percaya takdir Allah.
Asuransi itu juga bagian dari ikhtiar.

Untuk Pertanyaan lebih lanjut hub.saya

Salam
Agen Berlisensi
Nurilah Ridawaty
0852-4760-9712
PIN BB 277DF112
LINE nurie_me
Prudential Life Assurance

Prudential is Number 1


Fakta-Fakta Prudential Sebagai Asuransi NO.1 di Indonesia

Dan ini beberapa pencapaian Prudential

1. Hasil Bisnis Kuartal 3 2009- Prudential Indonesia Mempertahankan Fondasi Kokoh Untuk Terus Bertumbuh . Baca Selengkapnya

2. Kuartal III 2010 Prudential Indonesia Raup Premi Rp 7,2 triliun, Baca selengkapnya

3. Prudential Indonesia Mencatat Total Pendapatan Premi Rp 11 Triliun Sampai Akhir Kuartal III 2011 [Jakarta], Baca Selengkapnya

4.Prudential Indonesia Mencatat Hasil yang Kuat Pada Paruh Pertama 2012, Baca Selengkapnya

Beberapa Penghargaan Prudential

# GA BUTUH ASURANSI #

sering share ma teman, kenalan, partner kerja tentang asuransi? rata2 ne yang nolak jawabannya gini

– Masih Muda

Ada yang tau kah dikasih “sakit , meninggal, kecelakaan” pas Muda , Pas Tua?

Ada yang tau kah “sakit bisa ditawar”?…’sakit yang ringan aja donk atau sakitnya nnt aja pas sudah punya asuransi’

#siapkan 5 perkara sebelum 5 perkara

– Masih punya asuransi perusahaan

Kalau ne kita sakit kritis kayak ( Jantung, Stroke, kanker ) yang sudah membahana kita dengar tiba2 nyerang kita. dan sakitnya berbulan2,,apa yakin perusahaan masih mau melihara orang sakit kritis, apa yakin perusahaan masih mau biayain orang yang “tidak produktif” berbulan-bulan. I think Imposibble ( Pengalaman sendiri ne )

Kalau masa produktif kita sudah habis yang bahasa kerennya “PENSIUN”. Apa perusahaan masih ngejamin kesehatan kita ya? ada beberapa perusahaan, lembaga pemerintahan yang masih dijamin kesehatannya saat pensiun tapi hal tersebut bisa berubah sewaktu-waktu sesuai keputusan pemerintah cek disini deh …Jadi masihkah ada yang bisa menjamin kesehatan kita saat Pensiun? Apa yakin anak-anak kita kelak bisa membiayai kebutuhan kita saat pensiun dan menjamin pembiayaan kesehatan kita saat di masa tua kita sakit sebelum ajal menjemput?

#waktu muda menukarkan kesehatankita  dengan uang,,ketika tua kita menukarkan uang untuk membeli kesehatan

– Masih Belum Punya Anak , Istri / Suami ( Jomblowan dan Jomblowati jawabannya ne )

Jawabannya begini nihh yang bikin “nyesek” orang tua..gimana ga bikin nyesek? emang selama kita hidup ne lansung kerja dan cari duit sendiri…ga kan? semuanya dari lahir kita sudah ada yang biayain walaupun mungkin bukan ortu kita, mungkin keluarga kita. Terus ampe kita nnt meninggal / kecelakaan / sakit  kita mau nyusahin mereka sih? mungkin kalau nyusahin dari tenaga sudah pasti,,tapiiiii teman2 kenapa kita harus punya persiapan “duit” saat kita sakit , meninggal, kecelakaan.  Kayak lagu dangdut tuh “ngubur aja pake duit”

ya itu tadi setidaknya kita balas budi lah…kalau waktu hidup kita belum bisa bahagian mereka,,,setidaknya waktu meninggal jangan nyusahin.

Lebihhhhhhh baik lagi kalau kita punya TABUNGAN untuk warisan kita ( siapa blg yang kudu punya warisan konglomerat ajja ? )

– Masih banyak keperluan lain ( biasanya ne jawaban orang yg konsumtif )

Coba deh sekali-sekali di list pengeluaran sebulan, Banyak Premier atau Premier Jadi2an.

Premier jadi2an tuh contohnya                                                                                                                                                                                                       —> Wajib Nonton di bioskop seminggu sekali ( kalau ga nonton bakal sakit yak?? sakit hati mngkn yaaaa0 krn ga update )                   —> Wajib Nongkrong di coffee corner ( bikin kopi ndiri di rumah lebih hemat beibbb,,,berkali lipat bedanyaa)                                         —> Haram hukumnya di malam minggu tidak jalan sama pacar ( malam mingguan di rumah ngumpul ma teman2 sambil beli kripik singkong ok juga kok ..Mumer lagii beibb )                                                                                                                                                                         —> Wajib Upgrade Gadget ( coba deh terawang lagi fungsi gadget yang sekarang di pake buat  buat pamer atau memudahkan pekerjaan kita ? )                                                                                                                                                                                                                                       —> Makruh deh kalau ga beli baju tiap bulan ( Aiooo kreatif fashion sista / bro/tante/om ..cek tuh baju jadul di lemari di combine donk dengan model2 skrg )

Kalau masih banyak list kita premier abal2 diatas…Ayolah kawan kita  Insaflah 😀

Untuk Perencanaan terbaik kesehatan, pensiun Untuk Anda, Orang Tua dan Orang Terkasih Anda

Please email : nurie_me@yahoo.co.id ( sertakan nama , tanggal lahir, pekerjaan )

Just Share ^_^ cowrry kalau kurang berkenan tapi semoga kenaaa dengan sharing ini.

Salam Hangat dari Agen Berlisensi

Nurilah Ridawaty

Agen Code : 00451236

Prudential Life Assurance ( Asuransi Terbaik Versi Majalah Forbes sepuluh tahun berturut-turut )

Sadarkah kita untuk berasuransi?

Setiap orang mutlak butuh asuransi, namun tidak semua orang menyadarinya…

Kesadaran berasuransi menunjukkan kemapanan seseorang memandang masa depannya (dengan tidak mangabaikan sisi finansial, tentunya). Terbukti di negara2 maju, menurunnya jumlah orang2 terlantar berbanding lurus dengan tingkat kesadaran berasuransi masyarakatnya.

Apakah masih ada yang merasa dirinya hebat karena berhasil menolak agent yang menawarkan proteksi yang seharusnya dimiliki?
Jika iya, cobalah introspeksi dan banyak2 berdoa..
(bukannya sy mengabaikan tentang keyakinan agama masing2, tapi biarpun kita selalu berdoa, rumah kita tetap harus dikunci ketika kita tidur kan?)

Persiapkan masa dpan sejak sekarang, karena bukannya harus menunggu orang lain mempersiapkannya untuk Anda, tapi Anda sendiri yang harus memikirkannya untuk Anda sendiri!

Ada pertanyaaan, TANYA SAIA AGEN PRUDENTIAL BERLISENSI

MEMPERSIAPKAN DANA PENDIDIKAN ANAK

Pernahkah Anda berpikir berapa biaya yang akan Anda keluarkan untuk menyekolahkan anak Anda hingga selesai kelak? Sudahkah Anda mempersiapkannya dan memberi jaminan biaya hingga anak Anda bisa menyelesaikan sekolahnya?

1. Bagaimana menghitung perkiraan Biaya Pendidikan anak Anda kelak? 

Tentukan kapan kebutuhan akan biaya itu harus dipenuhi, sehingga bisa ditentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk memenuhinya. Misalnya, Anda punya waktu 10 tahun sampai anak Anda mulai kuliah.
Tentukan lokasi pendidikan anak yang diinginkan. Makin detil makin bagus agar biaya yang diperkirakan lebih akurat. Misalnya saja, perguruan tinggi di UGM , dan anak anda mempunyai citau-cita menjadi dokter. Berarti cek berapa dana untuk memasuki FAKULTAS KEDOKTERAN UGM,. Informasi biaya pendidikan yang dicari sebaiknya biaya total, artinya biaya uang pangkal (kalau ada), biaya sekolah dan biaya hidup selama di sana (kalau di kota lain atau luar negeri). Biaya sekolah itu sendiri masih bisa dibagi menjadi uang sekolah, uang buku dan uang seragam (kalau ada).
Selanjutnya, hitung biaya pendidikan di “masa depan” (future value). Perhitungan ini membutuhkan informasi berapa persen tingkat kenaikan biaya pendidikan per tahun di kota  bersangkutan. Tingkat kenaikan biaya pendidikan tersebut dikenal sebagai inflasi biaya pendidikan. Perlu diketahui bahwa inflasi untuk biaya pendidikan pasti berbeda dengan inflasi ekonomi secara umum. Biasanya tingkat inflasi pendidikan lebih tinggi dibandingkan inflasi ekonomi. Perhitungan untuk mendapatkan biaya “kelak” adalah biaya hari ini (P) dikalikan 1 ditambah tingkat inflasi (i) lalu dipangkatkan jumlah tahun “kelak” (n). Rumusnya FV = PV x (1+i)n.

2.Bagaimana mempersiapkan dananya sesuai dengan perkiraan biayanya? 

Perencanaan pendidikan anak adalah merencanakan bagaimana dana yang dibutuhkan untuk pendidikan anak tersebut dapat dikumpulkan oleh orang tua atau wali anak, baik secara normal ataupun apabila terjadi suatu risiko pada orang tua/wali anak tersebut. Yang dimaksud dengan secara normal disini adalah apabila orang tua atau wali anak bisa menyiapkan dana pendidikan anak tersebut. Risiko yang dimaksud disini adalah risiko apabila orang tua/wali anak terkena musibah seperti sakit yang berkepanjangan atau berat, kecelakaan yang mengakibatkan cacat sampai meninggalnya orang tua atau wali anak sebelum dana pendidikan untuk anak tersebut cukup. Risiko yang mungkin muncul menimpa diri orang tua atau wali anak ini akan mengakibatkan proses pengumpulan dana pendidikan akan terhambat, bahkan bisa terhenti, sehingga pendidikan anak bisa terancam tidak bisa dilanjutkan ke jenjang berikutnya.

Ayoo sekarang coba kita hitung biaya pendidikan anak di Masa Mendatang.

Ayo coba kita hitung perkiraannya..!!!
Data Penting Biaya Pendidikan di Berbagai NegaraNegara Biaya Pendidikan Program Sarjana pertahun Biaya Hidup pertahun Biaya Pendidikan Program sarjana dan biaya hidup Kenaikan Tingkat Inflasi Asumsi Biaya Pendidikan Prog. Sarjana & biaya hidup 10 thn mendatang
Indonesia Rp.35.000.000 Rp.36.000.000 Rp.71.000.000 10% Rp.184.155.715
Malaysia RM 25.000 RM 12.000 RM 37.000 5 % RM 60.269
Singapura Sin$ 15.000 Sin$ 18.000 Sin$ 33.000 3 % Sin$ 44.349
Australia Aus$ 20.000 Aus$ 14.400 Aus$ 34.400 3 % Aus$ 46.231
UK £ 11.000 £ 13.500 £ 24.500 3 % £ 32.926
USA US$ 19.000 US$ 14.400 US$ 33.400 3 % US$ 44.887

Data disusun berdasarkan data untuk tahun akademik 2009/2010

Jika sekarang biaya kulaih dan biaya hidup adalah Rp.71.000.000/tahun, dan anak Anda sekarang masih berusia 0 tahun, berarti 18 tahun lagi anak Anda akan menginjak dunia perkuliahan. Perhitungan nilai masa mendatang adalah sebagai berikut :

FV = PV x (1+i)n

FV = Rp.71.000.000 x (1 + 10%) 18

FV = Rp.394.760.000

Nah dari perhitungan yang didapatkan biaya kuliah yang tadinya hanya sebesar Rp.71.000.000/tahun, dengan perhitungan kenaikan biaya inflasi 10% per tahun nantinya 18 tahun lagi biaya kuliah akan menjadi Rp.394.760.000/tahun, berarti untuk kuliah 4 tahun dibutuhkan dana :

Rp. 394.760.000 x 4 = Rp. 1.579.040.000 atau sekitar 1,5 Milyard

Dari perhitungan diatas, maka para orang tua yang ingin mempersiapkan sejak dini dibutuhkan komitmen yang tinggi agar tercapainya dana pendidikan kuliah untuk buah hatinya, dengan perhitungan :

Rp 1.579.040.000 : 18 tahun = Rp. 87.724.000,- (menabung per tahun) atau

Rp. 87.724.000 : 12 bulan = Rp 7.310.000 (menabung per bulan)

Pertanyaannya : “Berapa yang sudah Anda siapkan..?”
3.Perbedaan menabung sendiri dan mengambil Asuransi Pendidikan, dan apakah Asuransi Pendidikan merupakan solusi yang tepat untuk mempersiapkan dana pendidikan.

Dibawah ini perbandingan Antara Menabung sendiri ( Bank ) atau Di Asuransi Pendidikan Prudential

Jika Anda Menabung di Bank
1. Perkembangan investasi rata-rata (3%)/th dibawah inflasi (±10%)/th
2. Tidak ada jaminan tujuan investasi tercapai, karena tidak ada perlindungan terhadap orang tua sebagai pencari nafkah, jika terjadi resiko (meninggal, sakit kritis, dan cacat tetap dan total) tidak ada yang akan melanjutkan dana pendidikan bagi anak Anda.
3. Tidak ada manfaat perlindungan Rumah Sakit.

Jika Anda Menabung Asuransi Pendidikan Prudential (Investasi Dana Pendidikan)
1. Perkembangan investasi rata-rata (20%)/th diatas inflasi (±10%)/th.
2. Menjamin tujuan investasi tercapai, karena ada perlindungan terhadap orang tua sebagai pencari nafkah atau beasiswa dari Prudential jika terjadi resiko (meninggal, sakit kritis, dan cacat tetap dan total) Prudential yang akan melanjutkan dana pendidikan bagi anak Anda.
3. Dapat digabungkan dengan manfaat perlindungan Rumah Sakit.

Dengan Tabungan Asuransi Pendidikan Prudential, Anda tidak perlu khawatir dengan masa depan anak Anda. Kebutuhan dana tunai yang besar saat memasuki usia kuliah, dan perlindungan terhadap orang tua, merupakan beberapa kelebihan yang dapat diberikan melalui tabungan asuransi pendidikan yang dikelola oleh Prudential.

Untuk Pertanyaan lebih lanjut bisa menghubungi saya

Agen berlisensi

Nurilah Ridawaty

00451236

277df112 – 0852-4760-9712